Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 November 2017

Jelang Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018, SMPI Lughatul Islamiyah menyambut dengan antusias dan melaksanakan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahap-1 bagi seluruh siswa kelas IX, Senin (20/11). Pelaksanaan Simulasi berlangsung selama 2 hari (20-21 Nopermber 2017).

Kegiatan simulasi ini menjadi ajang pemahaman bagi siswa terhadap penguasaan komputerisasi jelang UNBK April 2018 mendatang. Simulasi ini digelar untuk meminimalisir kurangnya penguasaan siswa terhadap teknologi yang akan dipakai saat ujian nanti, dan juga sebagai sarana untuk pengenalan sistem Ujian Nasional Berbasis Online kepada para siswa agar tidak kaget dengan sistem ujian Online yang memang sebelumnya dilaksanakan secara manual (Offline).

Kami berharap dengan digelarnya simulasi ini membuat para siswa melek teknologi yang akan dipakai sehingga mereka pun siap menghadapi ujian.

Sejalan dengan agenda pelaksanaan UNBK nantinya, SMPI Lughatul Islamiyah terus menggelar berbagai upaya kesiapan mulai dari tempat, fasilitas, dan sarana prasarana untuk menunjang suksesnya pelaksanaan UNBK 2018. Sejauh ini pihak sekolah juga telah menyediakan Laboratorium komputer bagi siswa untuk digunakan dalam kegiatan simulasi dan pelaksanaan UNBK nanti yang terbagi menjadi 3 sesi pelaksanaan yaitu, sesi pertama, kedua dan ketiga. Mudah-mudahan dengan izin Allah SWT semuanya akan berjalan dengan tanpa hambatan. Amin..



Sabtu, 15 Maret 2014

 Wakil Menteri Bidang Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim, mengimbau para siswa sekolah dasar tidak malas belajar untuk menghadapi Ujian Sekolah/Madrasah (USM) sebagai pengganti Ujian Nasional (UN).

Tahun ini UN 2014 untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah ditiadakan. Nantinya, hasil USM tersebut akan digunakan sebagai tolok ukur untuk dapat menempuh ke jenjang berikutnya, yakni Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Nilai US akan digunakan untuk diterima masuk sekolah. Karena itu, siswa tak boleh malas. Kalau US-nya rendah, dia tak bisa masuk ke sekolah favorit yang dituju," kata Musliar, Jumat (14/3/2014).

Musliar menuturkan, peniadaan pelaksaan UN 2014 terkait dengan pendidikan dasar 9 tahun yang dicanangkan pemerintah. Pendidikan dasar dan menengah, dalam hal ini SD dan SMP, dianggap merupakan kesatuan pendidikan yang berkesinambungan.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemendikbud, Furqon, mengatakan USM merupakan pengalihfungsian UN di tingkat SD.

"Ujian US dengan UN itu sama fungsinya, hanya beda pada pembuatannya. Jika UN dibuat dengan dikoordinir oleh pemerintah secara nasional, UN dikoordinasi oleh provinsi, namun tetap dengan kisi-kisi yang dibuat secara nasional," katanya

Nantinya, untuk kelulusan siswa nantinya, lanjut Furqon, akan diserahkan sepenuhnya kepada tingkat satuan pendidikan, dalam hal ini adalah oleh pihak sekolah. Sedangkan untuk teknis pelaksanaannya, Plt Kepala Puspendik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nizam, lain lagi.

"Pemerintah pusat akan menitip 25 persen soal pada masing-masing tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan Sains. Kita titipkan itu untuk pemetaan kompetensi secara nasional," ujarnya.

Nizam mengatakan, hasil akhir pemetaan itu nantinya digunakan oleh kementerian untuk melakukan pembinaan. Pembinaan dibutuhkan jika ada sekolah memiliki kompetensi rendah pada bidang tertentu.

"Misalnya, rata-rata satu sekolah memiliki nilai Bahasa Indonesia 7, tapi kemampuan membaca essai rendah. Nanti kita cari sebabnya, apakah karena gurunya kurang menguasai atau karena bahan bacaan mereka kurang. Tapi, kalau ternyata gurunya kurang menguasai, nanti kita adakan pembinaan baik di tingkat sekolah, provinsi atau nasional," papar Nizam.

Sumber: Kompas.com  / Source